Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

21 Contoh Perubahan Sosial di Berbagai Budaya

 

21 Contoh Perubahan Sosial di Berbagai Budaya

Nikekuko.com - Berbicara mengenai perubahan sosial dalam kehidupan masyarakat menjadi salah satu tema besar dalam kajian ilmu sosiologi. Akan tetapi, apabila di jenjang Sekolah Menengah Pertama, terdapat pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial.
 

Adanya  sebuah perubahan sosial itu akan selalu berkaitan dengan perilaku dan hubungan sosial dalam masyarakat, dengan catatan bahwa perilaku tersebut berlaku secara subjektif. Sebabnya contoh perubahan sosial itu ada banyak sekali macamnya, tidak hanya sekadar pada bidang pertanian dan pendidikan saja, tetapi juga pada keseluruhan bidang yang ada di kehidupan manusia sehari-hari.
 

Apa saja contoh dari perubahan sosial itu? Yuk simak ulasan berikut ini!

Apa Itu Perubahan Sosial?


Menurut Kemendikbud, perubahan sosial itu adalah perubahan-perubahan yang terjadi pada masyarakat, mencakup sistem sosial yang meliputi nilai, sikap, dan pola-pola perilaku. Bukan hanya itu saja pada sistem sosial saja, tetapi juga pada kebudayaan, yang meliputi pada kesenian, ilmu pengetahuan, hingga teknologi yang dipakai, akan menimbulkan perubahan baik ke arah progress (kemajuan) maupun regress (kemunduran)
 

Pada setiap masyarakat itu pasti mengalami perubahan, tidak hanya yang berada di daerah perkotaan saja, tetapi juga di daerah pedesaan. Misal pengertian yang telah diungkapkan sebelumnya, perubahan ini terjadi di keseluruhan anggota masyarakat, baik golongan orang tua hingga golongan orang muda.

Serta apa saja yang mengalami perubahan tersebut? 

Meliputi perubahan norma-norma sosial, pola sosial, interaksi sosial antar masyarakatnya, pola perilaku, organisasi sosial, lembaga kemasyarakatan, hingga susunan kekuasaan dan wewenang yang berlaku di dalam suatu masyarakat.
 

Kingsley Davis  tokoh sosiolog bahkan mengatakan bahwa perubahan sosial itu juga bagian dari perubahan kebudayaan, sehingga dapat dikatakan jika perubahan sosial itu akan selalu sejalan dengan perubahan kebudayaan.

Apa saja yang mengalami perubahan di bidang kebudayaan ini? 

Meliputi kesenian daerah, ilmu pengetahuan, filsafat, teknologi yang digunakan, hingga bentuk dan aturan dalam organisasi sosial.
 

Lantas, mengapa perubahan yang terjadi tersebut dapat berupa progress (kemajuan) atau regress (kemunduran)? Hal itu hampir sama dengan dampak baik dan dampak buruk yang didapatkan dari segala sesuatu.

Pada perubahan sosial itu tentu saja dapat memberikan kemajuan (progress) karena menciptakan kemudahan bagi masyarakatnya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Akan tetapi perubahan sosial juga tidak selamanya akan memberikan kemajuan, bahkan tentu saja dapat memberikan kemunduran (regress) kepada masyarakat pada aspek tertentu.

Contoh Perubahan Sosial

 
Dalam Bidang Ekonomi
 

Didalam perubahan sosial tentu saja akan berpengaruh di bidang ekonomi, sebab masyarakat sosial tidak akan lepas dari ekonomi. Bahkan ekonomi suatu negara akan bergantung pada masyarakatnya.


1. Lebih Menyukai Produk Impor
 

Pada saat ini, masyarakat baik yang menengah ke atas hingga menengah ke bawah, selalu menyukai produk impor atau buatan dari luar negeri. Walaupun beberapa dari mereka ada yang ditiru atau KW (barang imitasi), tetapi orang-orang masih menganggap bahwa produk impor itu kualitasnya akan selalu lebih baik.

Sebenarnya, pemikiran seperti itu tidak selalu benar. Pada saat ini, sudah banyak produk dengan merek lokal yang kualitasnya tidak main-main.
 

2. Berhutang
 

Zaman dahulu, berhutang itu adalah tindakan yang memalukan, bahkan orang sebisa mungkin untuk tidak melakukan tindakan ini. Akan tetapi, adanya perubahan sosial sekaligus perubahan zaman, menjadikan berhutan dan mencicil itu sebagai kebiasaan.

Munculnya kebiasaan berhutang dan mencicil ini makin lama ‘digemari’ banyak orang sejalan dengan gaya hidup konsumtif. Pada dasarnya dari mereka bahkan mencicil untuk membeli barang kebutuhan sekunder yang memiliki harga mahal, demi gaya hidup hedonisme.

Sebetulnya, berhutang dan mencicil itu tidak apa-apa apabila dibayarkan secara teratur sehingga tidak merugikan pihak lain.
 

3. Korupsi

Sebenarnya manusia itu mempunyai sifat yang cenderung tidak pernah puas dengan apa yang telah dimilikinya dan selalu memikirkan dirinya sendiri. Hal ini makin lama menumbuhkan budaya korupsi yang tentu saja sangat merugikan negara dan orang lain.

Hampir sama dengan poin sebelumnya, kebanyakan orang yang melakukan korupsi itu demi gaya hidup hedonisme.

4. Gaya Hidup Konsumtif

Gaya hidup konsumtif ini sangat berlaku di masyarakat terutama pada zaman sekarang ini. Justru, saat ini sudah ada aplikasi e-commerce atau toko online yang gencar memberikan penawaran diskon hingga gratis ongkir. Tentu saja seolah “membantu” gaya hidup konsumtif menjadi semakin berkembang.

Seperti contoh sederhana adalah pabrik smartphone yang setiap tiga bulan, selalu mengeluarkan produk smartphone seri terbaru dan masyarakat seolah berlomba-lomba untuk membeli smartphone seri paling baru, meskipun saat itu, smartphone miliknya masih bagus untuk digunakan.
 

5. Kesadaran Menabung Meningkat
 

Meskipun perubahan sosial dalam bidang ekonomi itu justru memberikan dampak regress (kemunduran) bagi masyarakatnya, tetapi ada juga dampak kemajuan yaitu kesadaran masyarakat untuk menabung semakin meningkat.

Di sebabkan karena adanya penawaran menarik dari pihak bank untuk mengajak masyarakat supaya giat menabung demi kehidupan yang lebih baik di masa depan. Bukan hanya kesadaran menabung saja, tetapi juga kesadaran untuk berasuransi.

Dalam Bidang Pendidikan
 

Selanjutnya perubahan sosial yang terjadi di bidang pendidikan ini biasanya sejalan dengan perkembangan teknologi. Justru, di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, untuk kegiatan belajar mengajar pasti sangat mengandalkan teknologi dan internet.


1. Kurikulum Pendidikan

Apakah kurikulum itu berpengaruh sebesar itu di bidang pendidikan? Tentu saja iya. Apabila kurikulum dalam pendidikan diganti, maka cara mengajar, materi yang diajarkan, metode pembelajaran, hingga mata pelajaran juga turut berganti. Perubahan sosial ini bergantung dengan perkembangan anggota masyarakatnya pula.
 

2. Metode Belajar 

Contoh paling nyata yang dapat diamati adalah ketika pandemi Covid-19 saat ini. Hal ini metode pembelajaran tidak hanya di beberapa sekolah saja, bahkan keseluruhan sekolah terutama yang telah memiliki kualitas internet baik, pasti akan mengandalkan laptop dan tablet PC.

Adanya aplikasi Zoom, Google Classmeet, hingga Google Meet, para peserta didik dan guru dapat berinteraksi jarak jauh dan melakukan pembelajaran seperti biasanya. Justru, banyak sekolah yang telah menyediakan Wi-Fi guna mempermudah para peserta didik untuk mengakses internet dan mencari sumber belajar.
 

3. Cara Mengajar

Zaman dahulu, para guru menggunakan papan tulis sebagai media pembelajaran, sekarang dari adanya perubahan sosial, hal itu telah berubah. Dengan keberadaan papan tulis tentu saja masih digunakan, tetapi untuk media pembelajaran lain, telah ada inovasi yaitu penggunaan proyektor.

Justru, guru zaman sekarang dituntut untuk mengembangkan media pembelajaran yang unik dan kreatif supaya menarik perhatian peserta didik untuk mau belajar. Jika pada masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, para guru biasanya akan memberikan video edukatif sebagai cara mengajarnya.
 

4. Kekerasan

Zaman dahulu itu para guru selalu memperlakukan muridnya dengan kasar, bahkan sampai main tangan. Dilakukan tidak karena para guru membenci muridnya, tetapi supaya muridnya memahami apa yang mereka katakan.
 

Akan tetapi, zaman telah berlalu dan perubahan sosial juga makin memberikan perubahan di bidang pendidikan kini. Namun, sekarang, Undang-Undang Perlindungan Anak telah disahkan sehingga meminimalisir adanya tindakan kekerasan yang mungkin akan dilakukan oleh guru kepada muridnya.

Walaupun, Undang-Undang Perlindungan Anak tersebut telah disahkan, bukan berarti murid juga boleh berbuat semena-mena atau kurang ajar kepada gurunya.
 

Dalam Bidang Kebudayaan
 

Didalam perubahan kebudayaan, akan sejalan dengan unsur-unsur kebudayaan secara universal, yakni meliputi a) Sistem religi dan upacara keagamaan; b) Sistem dan organisasi kemasyarakatan; c) Sistem pengetahuan; d) Bahasa; e) Kesenian; f) Sistem mata pencaharian hidup; g) Sistem teknologi dan peralatan.
 

1. Bahasa

Pada perubahan sosial akan berdampingan dengan proses globalisasi, sehingga budaya barat termasuk bahasa asing juga akan dikenal oleh masyarakat. Misalnya paling jelas berkaitan dengan perubahan sosial tersebut adalah penggunaan bahasa asing yang lebih dipentingkan.

Akan tetapi, itu tidak berarti bahwa bahasa asing adalah suatu kemampuan yang tidak penting. Bahkan bahasa asing dapat menjadikan kita mudah dalam segala hal, termasuk untuk belajar dan mendapatkan pekerjaan. Karena, meskipun kemampuan berbahasa asing penting, tetapi jangan pernah melupakan bahasa daerah dan bahasa negara sendiri.

2. Kesenian

Kesenian tentu saja berkaitan dengan perubahan kebudayaan, yakni saat ini budaya sendiri justru makin ditinggalkan oleh peminatnya.  Seperti contoh yakni kesenian reog, kaum muda telah perlahan meninggalkan dan enggan untuk mempelajarinya karena adanya anggapan bahwa kesenian tersebut norak.  Akan tetapi, tidak semua kesenian tradisional itu ditinggalkan oleh kaum muda-mudi.
 

3. Sistem Kepercayaan

Sistem kepercayaan ini berkaitan dengan ajaran nenek moyang sehingga akan lebih mistis dalam praktiknya. Akan tetapi, karena telah ada perubahan sosial yang juga selaras dengan perubahan kebudayaan, maka masyarakat telah mampu memikirkan hal-hal dengan logika dalam kepercayaan tradisional tersebut.

Seperti contoh, pada Kualifikasi MotoGP yang digelar di Sirkuit Mandalika di Pulau Lombok pada tahun 2022 ini, didatangkan seorang pawang hujan guna ‘mengusir’ hujan deras yang tentu saja membuat acara tersebut tidak dapat berlangsung.
 

Ada beberapa masyarakat terutama di perkotaan menganggap keberadaan pawang hujan adalah lelucon dan bagian dari ‘entertainment’ acara Kualifikasi MotoGP tersebut.  Tetapi, untuk beberapa lainnya menganggap bahwa pawang hujan benar-benar memiliki kemampuan untuk ‘mengusir’ hujan, karena mereka sering mengandalkan kemampuan tersebut untuk acara pernikahan dan acara budaya lainnya.
 

4. Musik
 

Pada musik tentu saja masuk dalam kebudayaan, sehingga perubahan sosial akan beriringan dengan proses perubahan kebudayaan. Seperti contoh, pada zaman dahulu, genre musik yang sering diputar oleh masyarakat adalah jazz, campursari, keroncong, hingga dangdut.

Tetapi, seiring berkembangnya perubahan sosial budaya, genre musik juga bertambah misalnya rock, hip hop, hingga EDM. Bukan itu saja, anak muda zaman sekarang juga ‘menolak’ untuk mendengarkan musik campursari dan keroncong karena dinilai terlalu tua.
 

5. Budaya

Hal ini budaya  tidak hanya terjadi pada budaya barat saja, tetapi juga budaya di negara Asia lainnya. Diantaranya adalah budaya merayakan Hari Valentine pada tanggal 14 Februari. Dalam budaya tersebut tentu saja bukan budaya kita, tetapi karena adanya perubahan sosial budaya yang terjadi di masyarakat, menjadikan muda-mudi gencar merayakan Hari Valentine setiap tahunnya.
 

6. Mata Pencaharian

Zaman dahulu, mata pencaharian orang itu bergantung pada lingkungan tempat tinggalnya. Jika tinggal di pegunungan, maka sebagian besar penduduknya akan berprofesi sebagai petani sayur.  Beda lagi dengan mereka yang tinggal di pesisir pantai, akan berprofesi sebagai nelayan sekaligus memproduksi garam laut.

Akan tetapi, karena adanya perubahan sosial budaya dan teknologi, mata pencaharian sekarang ini sudah tidak hanya sebatas pada nelayan, petani, buruh, pedagang, dan guru saja.  Terdapat banyak profesi baru yang dapat ditemui saat ini, misalnya Content Writer, Fotografer, Analisis Data, hingga Buzzer.
 

7. Tata Krama
 

Pada tata krama ini berkenaan dengan unsur kebudayaan, sebab budaya sopan santun telah berkembang dari zaman nenek moyang hingga sekarang ini. Sangat di sayangkan, saat ini budaya tersebut makin lama makin menipis. Golongan muda sudah mulai berani membantah bahkan membentak nasihat orang tua.
 

Hanya untuk berkata “Permisi” ketika melewati orang tua saja sudah jarang dilakukan, meskipun tidak semua muda-muda berperilaku demikian.

Dalam Bidang Komunikasi

 
1. Komunikasi Antar Negara
 

Dapat dirasakan kemajuan teknologi juga menjadi bagian dari perubahan sosial, sebab sangat membantu masyarakat (progress).  Jika pada zaman dahulu, komunikasi dengan orang lain terutama yang berada di luar negeri itu membutuhkan waktu yang sangat lama. Pada saat ini, cukup menggunakan sosial media saja untuk berkomunikasi.

Bukan  hanya dengan orang yang telah dikenal, tetapi sosial media yang telah berkembang tersebut juga dapat membantu kita menemukan teman sejawat.


2. Cyber Crime

Dengan adanya cyber crime atau kejahatan siber ini mungkin dapat disebut hanya ada di zaman sekarang saja, karena didukung adanya teknologi yang kian mutakhir. Sebenarnya, cyber crime ini adalah dampak negatif dari penggunaan teknologi.  Seperti  bullying dengan mengeluarkan kata-kata jahat di kolom komentar postingan orang lain di sosial media, pembajakan akun, hingga pembobolan website pribadi atau lembaga.


Dalam Bidang Mode
1. Fashion

Didalam fashion terutama pada cara berpakaian ini tentu saja dipengaruhi adanya perubahan sosial budaya. Zaman dahulu, sangat wajar apabila para wanita muda menggunakan kebaya sebagai pakaian sehari-hari atau pakaian bekerja.
 

Akan tetapi saat ini, penggunaan kebaya rata-rata hanya pada acara atau event tertentu saja, misalnya pada Hari Kartini. Walau begitu, kebanyakan lembaga atau sekolah telah memberlakukan adanya aturan untuk mengenakan baju tradisional pada hari tertentu.

Begitu juga halnya dengan model rambut yang termasuk dalam fashion. Di zaman dahulu, model rambut baik pria maupun wanita adalah standar dan mementingkan kerapian. Pada saat ini, banyaknya model rambut yang telah berkembang dengan penggunaan cat rambut supaya lebih menarik.

Dalam Bidang Teknologi
1. Permainan

Zaman dahulu, terutama permainan tradisional akan dimainkan oleh anak-anak sebagai hiburan selepas pulang sekolah atau mengaji ketika sore hari. Dengan keberadaan permainan tradisional ini tentu saja menjadi ajang interaksi anak secara langsung bersama teman-temannya.

Tetapi, perubahan sosial yang terjadi pada zaman sekarang berkaitan dengan perubahan teknologi. Pada masa ini, telah banyak berkembang teknologi permainan yang secara tidak langsung justru menjadikan anak jarang berinteraksi dengan teman-temannya.


2. Transportasi

Zaman dahulu, transportasi baik di darat, laut, hingga udara, untuk memesan tiketnya perlu waktu yang lama. Bahkan harus berdesak-desakan terlebih dahulu dengan penumpang lain.

Zaman sekarang, dengan adanya perubahan sosial budaya dan teknologi, untuk memesan tiket transportasi dapat dilakukan hanya melalui smartphone saja. Justru untuk memesan ojek, kita tidak perlu berjalan menuju pangkalan ojek di ujung jalan. Bisa hanya dengan menggunakan aplikasi penyedia layanan transportasi, kamu dapat memilih ingin mengendarai alat transportasi motor atau mobil.
 

Meskipun perubahan sosial tersebut memberikan dampak negatif dan positif karena sejalan dengan globalisasi, tentu saja kita sebagai generasi muda harus pintar memilah mana perubahan yang dapat memberikan kemajuan (progress) dan mana yang tidak.