Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Dikatagorikan Orang Kaya atau Miskin Versi Indonesia

Dikatagorikan Orang Kaya atau  Miskin Versi Indonesia

 

NIKEKUKO.COM - Tingkat ketimpangan antara orang kaya dan miskin di Indonesia (gini ratio) semakin melebar dalam beberapa tahun terakhir dikatakan oleh The World Bank . Dari hasil penelitian The World Bank menyebut tingkat ketimpangan antara orang kaya dan miskin di Indonesia (gini ratio) semakin melebar dalam beberapa tahun terakhir. Country Director Indonesia The World Bank Rodrigo A. Chaves mengatakan angka ketimpangan antara orang kaya dan miskin di Indonesia tahun ini mencapai 0,42%. "Angka ini tertinggi yang pernah tercatat sepanjang sejarah. 

 

Lebarnya ketimpangan antara si kaya dan si miskin ini juga menciptakan kondisi rawan konflik sosial pada masyarakat Indonesia yakni munculnya kecemberuan sosial. Ketika masyarakat miskin frustasi dan tidak punya harapan, maka mereka tergoda melakukan tindakan gejolak sosial. 

 

Pada masyarakat miskin, lanjut tidak mengharapkan bantuan secara langsung, namun mereka memerlukan peluang untuk mengubah kondisi hidupnya.  Selagi Indonesia merayakan keberhasilan dalam pertumbuhan ekonomi, ternyata ada wajah-wajah yang mengharapkan perubahan dan mereka hanya meminta peluang. Berharap agar pemerintah segera menyelesaikan permasalahan kesenjangan ini dengan penciptaan lapangan kerja yang lebih baik dan meningkatkan pelatihan keterampilan kerja. 
 

Akan tetapi berdasarkan data terungkap kalau jumlah kelas menengah menyusut. Itu berarti seseorang dapat cenderung masuk kelas menengah di masa depan.

Apa bila Anda ingin menjadi kaya, Anda harus mulai berpikir seperti orang kaya. 

Dikatagorikan Orang Kaya atau  Miskin Versi Indonesia
gambar ilustrasi orang kaya  vs miskin

Deretan 10 perbedaan antara kelas menengah dan orang kaya untuk dapat dipelajar :

1. Umumnya golongan kelas menengah hidup nyaman, sedangkan orang kaya tidak merasa nyaman.

Adanya  sebuah kenyamanan dapat menjadi ketidaknyaman. Masalanya mungkin berat, tetapi itu harga untuk dibayar dalam meraih sebuah mimpi. Misalnya ketika seseorang telah bekerja di zona nyaman, maka itu bagi kelas menengah jadi hal menyenangkan.

Namun, orang kaya sadar untuk meletakkan dirinya di tempat tidak nyaman karena ada hal luar biasa di luar sana. Contoh dengan membuka bisnis sendiri memang penuh risiko, dan risiko dapat tidak menjadi nyaman. Walaupun, risiko kecil siapa tahu dapat menciptakan kekayaan dan meraih hasil baik.

2. Aktivitas kehidupan golongan kelas menengah cenderung seperti kalangan atas, sedangkan orang kaya berada di bawah.
 

Pada orang kaya tidak menghabiskan uangnya begitu saja.  Golongan mereka menghargai uang dengan meningkatkan aset, dan hidup di bawah kemampuannya.

Umumnya, orang kaya dapat memakai mobil lebih sederhana dan lama, serta tidak membeli mobil baru. Ini berdasarkan studi yang tertuang dalam buku The Millionaire Next Door.

3. Kelas menengah meningkatkan karir di korporasi, sedangkan orang kaya punya perusahaan.
 

Sedangkan pada kelas menengah cenderung bekerja untuk orang lain. Aktivitas mereka punya pekerjaan, dan karir. Sementara itu orang kaya cenderung punya bisnis. Perusahaan mereka miliki dan kendalikan, sedangkan kelas menengah sibuk bekerja untuk meningkatkan karir dan jabatan.
 

Sedangkan orang kaya mengerti kalau mereka membutuhkan orang lain untuk bekerja dengan mereka,  serta orang kaya mengerti kekuatan pendapatan pasif.

4. Kelompok  kelas menengah berteman dengan siapa saja, dan orang kaya memilih teman dengan bijaksana.
 

Kelompok orang kaya mengerti bila mereka dikelilingi dengan orang sukses, maka kesuksesan akan mengikuti.

Apa bila Anda ingin memiliki pendapatan lebih, berkumpullah dengan orang yang ingin cari pendapatan lebih. Itu salah satu tentang menyamakan pikiran seperti orang sukses.  Apabila Anda ingin kaya, maka Anda harus berpikir seperti orang kaya.

5. Kelompok kelas menengah bekerja untuk meraih pendapatan, sedangkan orang kaya bekerja untuk belajar.
 

Kelompok kelas menengah begitu mudah dibujuk ketika berganti pekerjaan ketika seseorang menawarkan pendapatan lebih.

Akan tetapi orang kaya mengerti bekerja bukan hanya soal uang saja, terutama di awal tahun. Hal tentang mengembangkan kemampuan dan kebiasaan agar dapat menjadi sukses. Contohnya Anda bekerja di bank untuk mengetahui akuntansi, dan bekerja menjadi bagian penjualan untuk mengerti dunia pemasaran dan penjualan.

Apabila Anda ingin jadi orang, Anda harus bekerja sambil belajar untuk meningkatkan kemampuan.


6. Klasifikasi kelas menengah memiliki barang, sedangkan orang kaya memiliki uang.
 

Pada masyarakat kelas menengah biasa memiliki mobil baru dan rumah mahal. Biasanya  mereka banyak menghabiskan uang untuk barang mewah, rumah besar, dan mobil.

Bagai manapun, orang kaya mengerti untuk menjadi kaya maka harus memiliki uang lebih dari barang yang diinginkan.

Apa bila Anda tetap membeli barang, maka uang Anda tetap dengan barang itu. Misal, Warren Buffet, salah satu miliarder membeli rumah pada 1958, dan dia hanya membayarnya US$ 35.500.

Stop membeli barang, dan mulai fokus untuk menyimpan, menabung dan investasi dari penghasilan Anda. Jika Anda shopaholic, mulai beli rumah. Selanjutnya, mulai tertarik berinvestasi.

7. Tingkatan kelas menengah biasa fokus untuk menyimpan, sedangkan orang kaya fokus mencari penghasilan.
 

Aktivitas menabung penting. Serta Investasi lebih penting, dan mencari penghasilan adalah fondasi keduanya.

Andai  Anda mengerti menyimpan dan investasi, tetapi ingin menciptakan hasil lebih dari kedua hal itu maka Anda butuh mencari penghasilan lebih. Apa bila Anda ingin lebih kaya, maka bekerja untuk menciptakan kemampuan mencari penghasilan.

8. Kelompok orang kaya biasanya lebih menggunakan logika sedangkan masyarakat kelas menengah emosi.

Steve Siebol mewawancarai lebih dari 1.200 orang kaya di dunia untuk bukunya How Rich People Think.

Bersumber dari hasil wawancara itu, lebih dari 100 perbedaan bagaimana orang kaya melihat uang dibandingkan kelas menengah.

Diantara  perbedaan yang ditemukan yaitu bagaimana masyarakat kelas menengah melihat uang lewat emosi, sedangkan orang kaya lewat logika. Serta membuat keputusan keuangan emosional dapat merusak keuangan Anda.

9. Kelompok kelas menengah kadang meragukan kemampuannya, sedang orang kaya menciptakan tujuan besar.

Sedangkan pada masyarakat kelas menengah menciptakan tujuan. Adakalanya, namun kapasitas tujuan itu berbeda, dari kelas menengah untuk menjadi kaya.
 

Sedangkan orang kelas menengah menciptakan tujuan mudah tercapai. Sedangkan orang menciptakan tujuan yang kelihatan tidak mungkin, dan sulit. Namun, mereka yakin dapat meraihnya. Kita kembali kepada pola pikir.

10. Kelompok  kelas menengah cenderung kerja keras, di sisi lain orang kaya mampu menyeimbangkan.
 

Semangat kerja keras penting untuk kita semua. Agar supaya meraih puncak perlu kerja keras. Namun, masalahnya kerja keras sendirian jarang membuat Anda dapat menjadi kaya. Anda tidak dapat menjadi kaya bila hanya melakukan sendirian.